Ilustrasi (dokumentasi pribadi)
habybpalyoga.blogspot.com - Sudah lebih dari enam bulan saya resmi menjadi dokter hewan praktisi di salah satu klinik hewan di kota Malang. Sejuta pelajaran sudah saya pelajari, mulai dari pelajaran tentang dunia medis kedokteran hewan, pelajaran menghadapi klien bahkan pelajaran yang mustahil untuk dicerna oleh logika, namun terjadi di kehidupan nyata. 

Saya sangat banyak mengikuti tautan tentang penyelamatan hewan jalanan di berbagai media sosial, baik facebook, instagram, dan sebagainya. Namun ada satu hal yang sangat saya sesalkan adanya. Arogansi penyelamatan hewan yang sangat sulit saya cerna jika dilihat dari kacamata seorang dokter hewan. 

Pertama, saya pernah melihat seorang relawan yang memiliki banyak anjing dan kucing dan dalam video tersebut memberikan makanan kepada hewan jalanan (yang sudah di rescue), namun alangkah sedihnya saya saat melihat makanan yang diberikan adalah ayam goreng k*c. Sebagaimana yang kita ketahui, hewan tidak diperkenankan memakan makanan yang sudah diberikan perasa (MSG) karena akan mengganggu kesehatannya, dan tulang ayam merupakan salah satu faktor utama penyebab penyakit yang mematikan bagi hewan kesayangan baik itu kucing dan anjing. Saat tulang ayam (tulang pipa) pecah saat digigit maka akan terbentuk serpihan tajam dan jika serpihan itu termakan, maka akan menyebabkan kerusakan di saluran pencernaan, bisa hanya luka kecil, tersumbat, bahkan menyebabkan lubang yang menganga sehingga akan sangat membahayakan kesehatan hewan yang dipelihara. Bukannya apa-apa, saya sangat apresiasi kebaikan hatinya untuk menyelamatkan hewan, namun apakah itu juga ekonomis menurut ekonomi? jawabannya adalah tidak. Jika uang tersebut dibelikan makanan khusus kucing atau anjing, tentunya bisa dijadikan persediaan makanan selama seminggu. 

Kedua, saya sering sekali mendapati klien memiliki hewan yang banyak di rumahnya, hingga mencapai 40 hewan lebih. Dan kemudian saya tanyakan, apakah menyempatkan diri untuk mengelusnya satu-satu? jawabannya dalah tidak, dan parahnya hewannya menderita penyakit yang bervariasi, ada luka bekas berantem, kutuan, jamuran, bahkan penyakit infeksius diakibatkan manajemen kandang yang kurang tepat. Bukannya saya menyalahkan, namun saya hanya ingin memberikan masukan. Hewan adalah makluk hidup yang butuh makan danminum, butuh tempat berlindung, butuh segala tempat untuk mengekspresikan dirinya dan seterusnya. Namun bukan berarti anda berikan mereka tempat berlindung dan mengabaikan faktor lainnya. Apakah itu? kenyamanan, rasa disayangi dan seterusnya. Jika memang tidak bisa menyempatkan waktu untuk mengurusi semuanya, sebaiknya pahami diri anda dan tanyakan, berapa yang bisa saya pelihara? Bukankah lebih baik sedikit hewan namun sehat dibandingkan banyak namun sakit-sakitan. Karena selain beresiko bisa menularkan penyakit antara hewan, ke manusia dan sebaliknya, hal ini juga bisa membuat tetangga risih sehingga banyak laporan "tetangga mengusir pemilik A, B dan C akibat tidak suka kucing, padahal penyebab masalah itu adalah pemilik hewan yang sudah terlalu banyak populasinya. Lebih baik pelihara sedikit namun berkualitas :) 

Terakhir, saya ingin menekankan kepada teman-teman yang ingin memiliki hewan peliharaan, sebaiknya ambilah kucing yang ada di jalanan, dan tidak perlu membeli, karena hewan yang di rawat perilakunya akan sama sama lucu, bahkan keuntungan memelihara kucing jalanan adalah mereka lebih tangguh, lebih sehat dan tahan terhadap serangan penyakit yang mematikan. Dan sangat mudah dipelihara. Dan kalau bisa, jadilah relawan untuk pecinta kucing jalanan, bisa dengan memberikan dana, membantu merawat atau bahkan mengadopsi kucing dari mereka. itu jauh lebih baik dan mulia. 

Sebagai penutup, saya sangat apresiasi semua pecinta hewan namun ini adalah masukan dari diri saya pribadi, jika menyinggung mohon maafkan perkataan saya ini, ini semua saya tulis agar pembelajaran bagi kita semua. Terima kasih :) 
Travelling adalah kegiatan yang sangat saya sukai, selain untuk melihat kebudayaan dan keseharian orang di luar Indonesia, namun juga untuk mengetahui diri saya sebenarnya, seperti apa saya pribadi dan bagaimana saya menghadapi masalah jika saya di suatu tempat yang antah berantah. hehe. Dokter hewan adalah profesi pilihan hati saya dan jalan - jalan adalah pelimpahan stress yang paling saya sukai sehingga pergi ke kota sana dan sini untuk mendalami ilmu sambil travelling adalah impian sejati buat saya. Salah satu kota yang paling sering saya kunjungi untuk menambah ilmu adalah Yogyakarta. 

Yogyakarta merupakan kota yang sangat indah dan penuh dengan histori yang menarik khususnya budaya keraton yang masih kental di kota gudeg ini. Namun kali ini saya tidak ingin membahas kekayaan Yogyakarta, namun sebuah obrolan singkat dengan seorang bule berumur 29 Tahun yang sudah melakukan perjalanan (travelling) di Asia Tenggara sekitar 6 bulan! and he did it by himself only! alias alone! hebat kan? 

Alkisah kami bertemu di sebuah hostel. Hostel merupakan sebuah penginapan murah yang dalam satu kamar terdapat beberapa ranjang dan disewa oleh orang-orang dalam perjalanan seperti saya, atau backpaker yang butuh biaya irit. Saya kebetulan dalam satu kamar dengan si bule dan beda ranjang. Bule yang saya ajak ngobrol adalah bule swedia dan dulunya dia berprofesi sebagai orang IT di salah satu perusahaan IT di negaranya. 

Cerita kami awalnya hanya membahas tentang hal umum, bagaimana petualangannya, bagaimana kesannya terhadap Indonesia, and just so so. Ada satu hal yang dia tanyakan kepada saya, "Why did Indonesian love to taking a pic with me?" can you give me the reason? Dan sayapun terenyuh sejenak, kenapa ya? ... hehehe. Akhirnya dengan bingung saya menjawab "Because of pride!" haha. entah benar atau tidak, namun itulah kebenarannya, karena bangga aja rasanya bisa foto dengan bule. ya kan? 

Akhirnya saya menanyakan pertanyaan yang mulai dewasa! eeaaa... yaitu saya mulai dengan menanyakan umurnya, dan diapun menjawab 29 Tahun. Dan saya tanyakan, apakah kamu sudah punya pasangan hidup? 

"Saya single, dan belum ingin terikat dengan orang lain" 

Apakah orangtuamu dan teman-temanmu tidak mengganggumu dengan pertanyaan? kapan nikah atau semacamnya? 

"Sesekali mereka menanyakan, namun saya masa bodo lah, kan ini hidup saya bukan hidup mereka!" 

Bulu romaku langsung berdiri, bayangkan saja hal itu terjadi pada saya. "Udah punya pacar? kapan nikah? kapan kerja? dan sebagainya. terntunya sebagai anak muda yang haus akan petualangan itu bagaikan disambar petir di siang bolong. Dan sangat mengusik, seakan saya hanya ingin mengurung diri di kamar. hehe. 

Kemudian dia mulai terbuka, dan mengatakan : 

"Saya hidup sekali dan harus saya nikmati. Jadi, saya lakukan apapun yang saya suka asalkan tidak melanggar hukum. Saya akan menikah jika saya sudah menginginkannya, dan untuk saat ini saya lebih memilih untuk melakukan perjalanan yang panjang. Kamu tahu, saya sudah menjual apartement saya di swedia, dan saya membeli mobil caravan (semacam rumah berjalan). Dan saat ini, saya hanya memiliki itu di swedia."

Dan karena dia bercerita seperti itu, sayapun kaget. Gila! semua orang ingin punya rumah bagus dan apartemen yang layak untuk ditinggali, namun kenapa dia malah menjualnya dan menggantinya dengan sebuah caravan? di luar logika orang kebanyakan. Namun satu hal yang saya lihat, dia lebih bahagia dan tidak memiliki beban! Luar biasa! 

Mindset yang bebas inilah yang tidak ada di Indonesia, kita terlalu kaku dengan Indonesia. Banyak orang yang setres karena belum nikah dan belum laku, banyak yang kepaksa menikah atas desakan orang tua dan sebagainya. mudah-mudahan ini dapat mencerahkan pemikiran saya, namun ada beberapa hal yang agak bertolak belakang dengan kaidah agama islam. 

Pertama, jika kalian sudah mampu (jasmani dan rohani) maka menikah adalah keharusan untuk membentingi diri dari hawa nafsu. 

Kedua, menikah adalah penyempurnaan iman, jadi kalau kalian menikah karena Allah tentunya akan lebih baik lagi. Alias bukan karena desakan orang tua dan orang sekitar. 

Jika ditanya saya pribadi, kemungkinan saya akan mengikuti jalan si Bule untuk usia muda, namun jika Allah menguatkan hati saya untuk menikah, tentunya saya akan menikah terlebih dahulu dan baru melakukan perjalanan jauh bersama istri tercinta. Eeaaa! Bismillah... 
Bogor, 16 - 20 Januari 2017 - Saya dan teman-teman dari SAR Dog Jatim mengikuti kegiatan Search and Resque yang di adakan oleh Jakarta Resque di Citeko, Bogor - Indonesia. SAR Dog merupakan anjing khusus yang dilatih untuk menemukan korban selamat ketika kegiatan yang tidak diinginkan terjadi, misalnya untuk mencari korban selamat akibat reruntuhan yang disebabkan oleh gempa, tsunami, dan bencana lainnya. Penggunaan hewan anjing karena anjing terbukti memiliki penciuman 60x lebih baik dibanding manusia. 

SAR Dog Jatim mengutus kami berempat, yaitu Pak Toto, Wisnu, Nia dan Saya. Kami berangkat dari Malang menggunakan kereta api. Berangkat pada tanggal 15 Januari 2017, dan sampai di Jakarta (Pasar Senin) pada tanggal 16 Januari 2017 jam 10.00 WIB. Tim Jakarta Resque (Pak Panji) langsung menjemput kami dan langsung dibawa ke Citeko, Bogor. 

Sesampainya di Bogor, kami langsung dipersilahkan makan, dan istirahat sejenak kemudian pada malam harinya diskusi tentang rencana kegiatan untuk tiga hari kedepan beserta diskusi diskusi kecil tentang SAR Dog di Indonesia. FYI, Jakarta Resque merupakan SAR Dog Indonesia yang memiliki sertifikat resmi yang di akui oleh dunia,dan mereka hanyalah satu-satunya tim SAR Dog yang memiliki sertifikat tsb. Sungguh kehormatan bisa mengikuti pelatihan bersama mereka. 

Hari kedua, kami langsung diberikan anjing yang belum dilatih sama sekali, kemudian disuruh untuk berkenalan dan langsung melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat handler dan anjing memiliki ikatan (bonding). Bonding pada SAR Dog sangat dibutuhkan, karena fokus anjing pada handler sangat mempengaruhi terbentuknya kepercayaan diri anjing dan saling melengkapi satu sama lain. 

Pada hari kedua ini, saya mendapatkan tekanan yang sangat besar. Pertama saya tidak atau belum pernah sama sekali merasakan atau melatih hewan khususnya anjing yang dari nol! kedua saya tidak tahu cara melatih anjing. Alangkah tidak jelasnya nasib saya pada hari pertama itu. Badmood dan krisis kepercayaan diripun muncul. Latihan pertama hanyalah berjalan bersama, dan memfokuskan anjing kepada handler, awalnya saya masih bisa mengikuti namun saat diajak bermain, sebut saja Bella, sudah tidak tertarik kepada saya sebagai handler, dan akhirnya dia lebih memilih bermain rumput dibandingkan melihat kepada saya. Sedih luar biasa! 

Malam hari, sayapun berkeluh kesah mengenai hal yang saya landa kepada pak Toto, pelatih senior dari Canine Malang. Alhamdulillah, setelah dinasehati beliau, saya langsung lega, dan beliau berkata "Tidak ada pelatih anjing yang bisa melatih anjing cuma dalam 3 hari, itu mustahil!". Alhamdulillah, kepercayaan diri saya agak meningkat walaupun tadinya sangat drop. 

Hari ketiga, kamipun diajak untuk latihan bonding lagi, berbeda dengan tiga teman lainnya, hanya anjing saya yang tidak tertarik kepada saya. Kecewa? Saya? tidak! karena saya sudah percaya dengan pak Toto, tidak mungkin dalam 3 hari! Apalagi karakter Bella yang low profile! hehe. Maksudnya woleeess pol! Walaupun begitu bella mulai menunjukkan ketertarikan kepada saya, terutama setelah pak Toto memberikan saran "Pancing pakai sosis". 

Kepercayaan diri saya mulai muncul lagi, dan bertambah setiap Bella mulai menunjukkan perkembangan, misalnya mencari dalam kegelapan, dan seterusnya. Namun satu hal yang membuat Bella makin dekat, yaitu kami harus tidur bersama, semalaman. Luar biasa! Bella mulai mengerti saya, dan saya mulai mengerti bella! #eeaaa

Satu hal yang membuat saya salut sama Bella, pada saat tidur di bawah selimut yang sama dengan saya, nafas bella mulai naik dan dia tiba tiba duduk disamping saya yang lagi tidur. Dengan sopan, Bella menyenggol nyenggol saya sampai saya terbangun, ternyata dia membangunkan karena kepanasan, akhirnya bella saya pindah ke lantai dekat kasur, dan langsung tidur pulas. Jika Bella tidak sopan, tentunya dia bisa langsung melangkahi saya tanpa harus membangunkan saya terlebih dahulu. I love you Bella. 

Setelah tidur bersama, kedekatan saya dan bella semakin bertambah. Bella sudah berubah menjadi anjing yang seperti saya! haha... Woles poll! Namun walaupun begitu, semua tantangan bisa kami hadapi bersama, mulai dari melompati rintangan, mencari helper, menembus terowongan, sampai meniti titian yang kecil, semuanya dapat kami lalui tanpa kendala sama sekali. 

Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu meningkatkan kepercayaan diri saya yaitu team dari Jakarta Resque dan tim saya sendiri, terutama pak Toto. 

Akhirnya pelatihanpun selesai, dan saya harus berpisah dengan Bella, mudah-mudahan dia tidak sedih seperti kesedihan yang saya rasakan. Miss you so much Bella. :) 



Powered by Blogger.