Hampir sebulan sudah saya di negeri orang, Brunei Darussalam. Negara ini bergitu damai dan jauh dari kehebohan, isu agama, dan bebas dari macet! Ya, saya sangat menyukai negara yang tenang ini. Semuanya berjalan begitu tenang, bahkan klakson mobilpun sangat jarang di negara kecil di Borneo ini. 

21 hari disini memberikan kesan yang sangat berbeda bagi saya. Berikut adalah beberapa hal yang saya rasakan saat 21 hari di Brunei Darussalam : 
  1. Brunei Darussalam sangat tenang dan jauh dari kebisingan. Negara ini begitu tenang, bahkan klakson kendaraan bermotor sangat sedikit disini. 
  2. Pengguna jalan raya didominasi oleh mobil, dan sangat sedikit penduduk Brunei yang menggunakan kendaraan roda dua. 21 hari di Brunei, saya baru melihat 10an kendaraan roda dua, saya selalu exited melihat kendaraan roda dua disini. 
  3. Walaupun kendaraan roda dua sedikit, bukan berarti anda bebas bermanuver di jalanan Brunei Darussalam, kalian harus memperlakukan motor bagaikan mobil, hanya boleh mengambil 1 jalur, dan tidak dibenarkan berpindah-pindah jalur sembarangan. 
  4. Penduduk Brunei Darussalam sangat mencintai Sultan mereka. 
  5. Pendidikan sekolah di Brunei Darussalam memiliki mata pelajaran khusus untuk mempelajari keluarga kerajaan. 
  6. Lalu lintas di Brunei Darussalam sangat tertib, disini kita harus mendahulukan pengemudi yang jalan lurus, dan bagi yang berbelok harus menunggu sampai jalan dijalurnya kosong, baru boleh berbelok. 
  7. Banyak bundaran di jalan brunei. Bahkan ada bundaran yang memiliki traffic light, aneh dan membingungkan bagi kita warga Indonesia. 
  8. Pemilik tanah dan rumah hanya untuk warga Brunei, warga negara asing hanya bisa menyewa. 
  9. Warga brunei sangat mencintai mobil, dibandingkan properti, mereka lebih memilih membeli mobil. Dan uniknya, di Brunei DP mobil Nol, dan bisa dicicil 7 Tahun. Bahkan, syaratnya mudah banget yaitu KTP, slip gaji dan fotocopy buku tabungan. 
Baik, 9 dulu ya. Rencananya saya mau bikin artikel khusus tentang Brunei Darussalam. Mudah-mudahan dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. :) 
Birthday Cake for Me
Brunei Darussalam, 17 Juli 2017
Dua hari sudah saya di negeri orang. Dan hari ini tepat hari ulang tahun saya yang setengah abad. Tidak ada yang istimewa, tidak ada teman, tidak ada keluarga. Keluarga hanya rekan kerja di klinik hewan Elnemr Veterinary Service di Sungai Hanching, Muara - Bandar Seri Begawan. 25 Tahun usia saya, namun saya sangat yakin tidak ada yang istimewa Tahun ini. 

Sesuai dengan harapan saya, pagi di klinik, supervisor melihat facebook dan menanyakan "Hey Habyb, your birthday today?" dan saya menjawab, "Yes, I am". Sambil senyum agak manis, hehe. Dan dia langsung mengucapkan congratulation, best of luck. Dan percakapan berhenti sampai disitu saja. Alhamdulillah, dapat selamat saja saya sudah sangat senang. 

Hari - haripun belalu begitu saja, sampai akhirnya jam 17.00 waktu Brunei. Tiba-tiba Atul, bagian management menawarkan diri kepada saya untuk mengenalkan ruangan operasi klinik. Saya tidak ada curiga sama sekali, karena memang beberapa hari berikutnya kami ada jadwal operasi. Sehingga pastinya saya anak baru harus dipersiapkan untuk itu. Atulpun menjelaskan dengan baiknya, tidak ada mimik aneh di wajahnya, atau memang mimiknya seperti itu, hehe. 
Gelap Gulita bersama Kue

Tiba-tiba lampu di depan mati, dan Dr. Mamdoh teriak sambil memanggil nama saya. "Habyb, habyb...please help me here". Karena kaget saya langsung memakai sandal dan keluar dari ruangan operasi, dan... sesampainya di depan, tepatnya di depan pintu ruangan diskusi, pas di area lampu mati, ada sebuah kue dengan lilin di atasnya. Langsung semuanya Dr. Mamdoh, Yusof, Ahmad dan Atul menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Dan saya lumayan kaget, karena anak baru 2 hari sudah dibelikan kue ulang tahun dan dirayakan dengan hangatnya. Hampir saja saya menangis karena terharu. 

Lucunya lagi, yang merayakan ulang tahun adalah orang yang tidak dikenal dekat, kebangsaan Mesir dan Brunei, ditambah badan mereka besar-besar serta Dr. Mamdoh berjenggot panjang. Hal ini masih agak aneh bagi saya, namun pengalaman yang berkesan. Saya tidak akan pernah melupakan kejutan ini. Thank you guys. I love you. 

Ok, begitulah perayaan sederhana ulang tahun saya oleh keluarga baru di Brunei. Tahun ini sangat berkesan, dan saya sangat senang dibuatnya. Walaupun jauh dari keluarga, jauh dari sahabat. Alhamdulillah Allah gantikan dengan keluarga dan sahabat baru. Subhanallah. 

Wefie with my New Family

Akhirnya, keputusan bulatpun saya ambil. Saya memilih Negara Kecil yang terletak di utara pulau Borneo, sebagai negeri singgahan saya selanjutnya. Negara itu adalah Brunei Darussalam. Setelah menimbang dan memutuskan, bertanya kesana dan kesini tentang pendapatnya. Hati ini sudah bulat rasanya memiliki negara yang terkenal tenang, makmur dan kaya ini. Bismillahirohmanirohim, saya putuskan untuk memilih Brunei Darussalam. Dan saya bersedia menanggung segala resiko, dan tidak akan pernah menyesalinya seumur hidup saya. 

Depok, 15 Juli 2017 Jam 08:00 WIB

Saya sudah memesan grab car untuk mengantarkan saya ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Terminal 2. Bandar Udara terakhir dari Indonesia sekaligus pintu keluar saya dari Indonesia untuk beberapa tahun yang akan datang. Dalam hati apakah saya yakin mengambil keputusan ini? Dalam hati masih gundah, namun saya tekatkan, Insyaallah saya ambil. Brunei Darussalam adalah negara yang harus saya lalui selanjutnya, sebelum negara-negara lainnya.
Passport dan Tiket

Perjalanan panjang dari Depok hingga terminal 2 Soekarno Hatta begitu senyap. Semua gedung pencakar langit seolah melambaikan tangannya kepada saya, ada yang menangis namun tidak banyak yang bersuka cita melepas kepergian saya. 

Sesampainya di bandar udara, saya langsung check in, dan meminta petugas menempatkan saya di kursi darurat saja, karena selain kursi tersebut lebih lega ruang kakinya, saya sangat menyukai jika disapa pramugar-pramugari cantik maskapai-maskpai di Indonesia maupun internasional lainnya. 

Waktu boardingpun tiba. Petugas bandar udara memanggil penumpang Royal Brunei agar segera memasuki pesawat yang telah terparkir di dekat ruang tunggu kami. Sayapun langsung bergegas dan masuk ke dalam pesawat. Sesampainya di dalam pesawat, semua auranyapun berubah. Lebih islami dan semua pramugari menggunakan hijab! Subhanallah. Pertama kali dalam hidup saya melihat hal yang seperti ini. Norak bukan? 

Saya langsung menuju kursi saya, dan luar biasa. Saya benar-benar diletakkan di kursi dekat jendela darurat. 3 baris kursi, hanya saya sendiri yang duduk disitu. Perjalanan yang bakalan panjang sekali. 1 Hal lagi yang sangat saya nikmati disini, saat sebelum tinggal landas, betapa kagetnya saya muncul layar dari atas kepala, dan memutarkan doa sebelum bepergian. Ini sungguh pengalaman yang baru pertama kali saya alami. Kenapa tidak semua maskapai mewajibkan berdoa sebelum berangkat atau tinggal landas? 
Monitor yang Memandu untuk Berdoa Bersama

Perjalanan udara lebih kurang 2 jam, akhirnya saya sampai di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Saya sudah di jemput oleh Dr. Mamdoh. Dokter hewan asal Mesir yang sudah berkecimpung di Brunei Darussalam sekitar 20 Tahun. Dan beliau jugalah yang akan menjadi bos saya untuk beberapa tahun yang akan datang. Insyaallah, semuanya akan lebih baik. 

"There is no comfort in growth zone, and there is no growth in comfort zone" 

Bismillahirohmanirohim.

Powered by Blogger.