Birthday Cake for Me
Brunei Darussalam, 17 Juli 2017
Dua hari sudah saya di negeri orang. Dan hari ini tepat hari ulang tahun saya yang setengah abad. Tidak ada yang istimewa, tidak ada teman, tidak ada keluarga. Keluarga hanya rekan kerja di klinik hewan Elnemr Veterinary Service di Sungai Hanching, Muara - Bandar Seri Begawan. 25 Tahun usia saya, namun saya sangat yakin tidak ada yang istimewa Tahun ini. 

Sesuai dengan harapan saya, pagi di klinik, supervisor melihat facebook dan menanyakan "Hey Habyb, your birthday today?" dan saya menjawab, "Yes, I am". Sambil senyum agak manis, hehe. Dan dia langsung mengucapkan congratulation, best of luck. Dan percakapan berhenti sampai disitu saja. Alhamdulillah, dapat selamat saja saya sudah sangat senang. 

Hari - haripun belalu begitu saja, sampai akhirnya jam 17.00 waktu Brunei. Tiba-tiba Atul, bagian management menawarkan diri kepada saya untuk mengenalkan ruangan operasi klinik. Saya tidak ada curiga sama sekali, karena memang beberapa hari berikutnya kami ada jadwal operasi. Sehingga pastinya saya anak baru harus dipersiapkan untuk itu. Atulpun menjelaskan dengan baiknya, tidak ada mimik aneh di wajahnya, atau memang mimiknya seperti itu, hehe. 
Gelap Gulita bersama Kue

Tiba-tiba lampu di depan mati, dan Dr. Mamdoh teriak sambil memanggil nama saya. "Habyb, habyb...please help me here". Karena kaget saya langsung memakai sandal dan keluar dari ruangan operasi, dan... sesampainya di depan, tepatnya di depan pintu ruangan diskusi, pas di area lampu mati, ada sebuah kue dengan lilin di atasnya. Langsung semuanya Dr. Mamdoh, Yusof, Ahmad dan Atul menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Dan saya lumayan kaget, karena anak baru 2 hari sudah dibelikan kue ulang tahun dan dirayakan dengan hangatnya. Hampir saja saya menangis karena terharu. 

Lucunya lagi, yang merayakan ulang tahun adalah orang yang tidak dikenal dekat, kebangsaan Mesir dan Brunei, ditambah badan mereka besar-besar serta Dr. Mamdoh berjenggot panjang. Hal ini masih agak aneh bagi saya, namun pengalaman yang berkesan. Saya tidak akan pernah melupakan kejutan ini. Thank you guys. I love you. 

Ok, begitulah perayaan sederhana ulang tahun saya oleh keluarga baru di Brunei. Tahun ini sangat berkesan, dan saya sangat senang dibuatnya. Walaupun jauh dari keluarga, jauh dari sahabat. Alhamdulillah Allah gantikan dengan keluarga dan sahabat baru. Subhanallah. 

Wefie with my New Family

Akhirnya, keputusan bulatpun saya ambil. Saya memilih Negara Kecil yang terletak di utara pulau Borneo, sebagai negeri singgahan saya selanjutnya. Negara itu adalah Brunei Darussalam. Setelah menimbang dan memutuskan, bertanya kesana dan kesini tentang pendapatnya. Hati ini sudah bulat rasanya memiliki negara yang terkenal tenang, makmur dan kaya ini. Bismillahirohmanirohim, saya putuskan untuk memilih Brunei Darussalam. Dan saya bersedia menanggung segala resiko, dan tidak akan pernah menyesalinya seumur hidup saya. 

Depok, 15 Juli 2017 Jam 08:00 WIB

Saya sudah memesan grab car untuk mengantarkan saya ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Terminal 2. Bandar Udara terakhir dari Indonesia sekaligus pintu keluar saya dari Indonesia untuk beberapa tahun yang akan datang. Dalam hati apakah saya yakin mengambil keputusan ini? Dalam hati masih gundah, namun saya tekatkan, Insyaallah saya ambil. Brunei Darussalam adalah negara yang harus saya lalui selanjutnya, sebelum negara-negara lainnya.
Passport dan Tiket

Perjalanan panjang dari Depok hingga terminal 2 Soekarno Hatta begitu senyap. Semua gedung pencakar langit seolah melambaikan tangannya kepada saya, ada yang menangis namun tidak banyak yang bersuka cita melepas kepergian saya. 

Sesampainya di bandar udara, saya langsung check in, dan meminta petugas menempatkan saya di kursi darurat saja, karena selain kursi tersebut lebih lega ruang kakinya, saya sangat menyukai jika disapa pramugar-pramugari cantik maskapai-maskpai di Indonesia maupun internasional lainnya. 

Waktu boardingpun tiba. Petugas bandar udara memanggil penumpang Royal Brunei agar segera memasuki pesawat yang telah terparkir di dekat ruang tunggu kami. Sayapun langsung bergegas dan masuk ke dalam pesawat. Sesampainya di dalam pesawat, semua auranyapun berubah. Lebih islami dan semua pramugari menggunakan hijab! Subhanallah. Pertama kali dalam hidup saya melihat hal yang seperti ini. Norak bukan? 

Saya langsung menuju kursi saya, dan luar biasa. Saya benar-benar diletakkan di kursi dekat jendela darurat. 3 baris kursi, hanya saya sendiri yang duduk disitu. Perjalanan yang bakalan panjang sekali. 1 Hal lagi yang sangat saya nikmati disini, saat sebelum tinggal landas, betapa kagetnya saya muncul layar dari atas kepala, dan memutarkan doa sebelum bepergian. Ini sungguh pengalaman yang baru pertama kali saya alami. Kenapa tidak semua maskapai mewajibkan berdoa sebelum berangkat atau tinggal landas? 
Monitor yang Memandu untuk Berdoa Bersama

Perjalanan udara lebih kurang 2 jam, akhirnya saya sampai di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Saya sudah di jemput oleh Dr. Mamdoh. Dokter hewan asal Mesir yang sudah berkecimpung di Brunei Darussalam sekitar 20 Tahun. Dan beliau jugalah yang akan menjadi bos saya untuk beberapa tahun yang akan datang. Insyaallah, semuanya akan lebih baik. 

"There is no comfort in growth zone, and there is no growth in comfort zone" 

Bismillahirohmanirohim.

Ilustrasi (dokumentasi pribadi)
habybpalyoga.blogspot.com - Sudah lebih dari enam bulan saya resmi menjadi dokter hewan praktisi di salah satu klinik hewan di kota Malang. Sejuta pelajaran sudah saya pelajari, mulai dari pelajaran tentang dunia medis kedokteran hewan, pelajaran menghadapi klien bahkan pelajaran yang mustahil untuk dicerna oleh logika, namun terjadi di kehidupan nyata. 

Saya sangat banyak mengikuti tautan tentang penyelamatan hewan jalanan di berbagai media sosial, baik facebook, instagram, dan sebagainya. Namun ada satu hal yang sangat saya sesalkan adanya. Arogansi penyelamatan hewan yang sangat sulit saya cerna jika dilihat dari kacamata seorang dokter hewan. 

Pertama, saya pernah melihat seorang relawan yang memiliki banyak anjing dan kucing dan dalam video tersebut memberikan makanan kepada hewan jalanan (yang sudah di rescue), namun alangkah sedihnya saya saat melihat makanan yang diberikan adalah ayam goreng k*c. Sebagaimana yang kita ketahui, hewan tidak diperkenankan memakan makanan yang sudah diberikan perasa (MSG) karena akan mengganggu kesehatannya, dan tulang ayam merupakan salah satu faktor utama penyebab penyakit yang mematikan bagi hewan kesayangan baik itu kucing dan anjing. Saat tulang ayam (tulang pipa) pecah saat digigit maka akan terbentuk serpihan tajam dan jika serpihan itu termakan, maka akan menyebabkan kerusakan di saluran pencernaan, bisa hanya luka kecil, tersumbat, bahkan menyebabkan lubang yang menganga sehingga akan sangat membahayakan kesehatan hewan yang dipelihara. Bukannya apa-apa, saya sangat apresiasi kebaikan hatinya untuk menyelamatkan hewan, namun apakah itu juga ekonomis menurut ekonomi? jawabannya adalah tidak. Jika uang tersebut dibelikan makanan khusus kucing atau anjing, tentunya bisa dijadikan persediaan makanan selama seminggu. 

Kedua, saya sering sekali mendapati klien memiliki hewan yang banyak di rumahnya, hingga mencapai 40 hewan lebih. Dan kemudian saya tanyakan, apakah menyempatkan diri untuk mengelusnya satu-satu? jawabannya dalah tidak, dan parahnya hewannya menderita penyakit yang bervariasi, ada luka bekas berantem, kutuan, jamuran, bahkan penyakit infeksius diakibatkan manajemen kandang yang kurang tepat. Bukannya saya menyalahkan, namun saya hanya ingin memberikan masukan. Hewan adalah makluk hidup yang butuh makan danminum, butuh tempat berlindung, butuh segala tempat untuk mengekspresikan dirinya dan seterusnya. Namun bukan berarti anda berikan mereka tempat berlindung dan mengabaikan faktor lainnya. Apakah itu? kenyamanan, rasa disayangi dan seterusnya. Jika memang tidak bisa menyempatkan waktu untuk mengurusi semuanya, sebaiknya pahami diri anda dan tanyakan, berapa yang bisa saya pelihara? Bukankah lebih baik sedikit hewan namun sehat dibandingkan banyak namun sakit-sakitan. Karena selain beresiko bisa menularkan penyakit antara hewan, ke manusia dan sebaliknya, hal ini juga bisa membuat tetangga risih sehingga banyak laporan "tetangga mengusir pemilik A, B dan C akibat tidak suka kucing, padahal penyebab masalah itu adalah pemilik hewan yang sudah terlalu banyak populasinya. Lebih baik pelihara sedikit namun berkualitas :) 

Terakhir, saya ingin menekankan kepada teman-teman yang ingin memiliki hewan peliharaan, sebaiknya ambilah kucing yang ada di jalanan, dan tidak perlu membeli, karena hewan yang di rawat perilakunya akan sama sama lucu, bahkan keuntungan memelihara kucing jalanan adalah mereka lebih tangguh, lebih sehat dan tahan terhadap serangan penyakit yang mematikan. Dan sangat mudah dipelihara. Dan kalau bisa, jadilah relawan untuk pecinta kucing jalanan, bisa dengan memberikan dana, membantu merawat atau bahkan mengadopsi kucing dari mereka. itu jauh lebih baik dan mulia. 

Sebagai penutup, saya sangat apresiasi semua pecinta hewan namun ini adalah masukan dari diri saya pribadi, jika menyinggung mohon maafkan perkataan saya ini, ini semua saya tulis agar pembelajaran bagi kita semua. Terima kasih :) 
Powered by Blogger.